Melirik Strategi Menulis Para Ulama
Apa yang kita tuliskan semuanya berharap menjadi ilmu dan inspriratif bagi orang lain. Tak terkecuali memberi manfaat. Tidak hanya hari ini, tapi di masa yang akan datang. Terutama generasi penerus kita. Sehingga menjadi amal jariah , tatkala kita telah meninggal dunia. Inilah yang telah dilakukan oleh para ulama zaman dahulu. Hari ini, bahkan sepanjang masa, hasil karyanya bisa dinikmati. Sekalipun orangnya telah meninggal, namun karyanya masih terus bisa dinikmati. Meskipun waktu itu pasilitas yang tersedia untuk menulis masih sangat sederhana, tidak seperti sekarang. Kita baca sejarah kebiasaan Imam Abu Hanifah tidak pernah tertinggal oleh kebiasaan membaca, tidak hanya membaca tentang ilmu, juga membaca realitas kehidupan sosial maupun budaya yang ada di sekelilingnya. Bahkan seringkali beliau menghadapi masalah yang dihadapi umat ketika itu. Intinya beliau tidak hanya pandai membaca ayat yang tersurat seperti Alquran, tapi ayat tersirat pun hal yang sama, seperti fenom...