Posts

Perlukah Hiburan di Musim Liburan?

Image
Pada bulan Rabiul Akhir ini bertepatan juga dengan musim liburan semester bagi anak sekolahan dan menjelang pergantian tahun baru. Jika penduduk Arab ketika itu menyebut bulan Rabiul Akhir merupakan bulan musimnya buah-buahan atau bulan musim tumbuhnya tanaman-tanaman, maka kali ini kita di negara tercinta ini bertepatan dengan bulan holiday .    Masing-masing individu juga beragam cara memanfaatkan liburan ini. Diantara kita ada yang berangkat sekeluarga ke luar kota dengan tujuan berkunjung ke sanak-keluarga dan kerabat, ada yang jalan-jalan atau shoping saja, bermain bersama keluarga, dan ada pula yang tinggal di rumah atau tidak kemana-mana, karena mengerjakan tugas kantor yang harus tepat waktu setelah liburan beres  semuanya, dan lain sebagainya. Bagaimana syariat Islam dalam menyikapi liburan dengan hiburan? Karena syariat Islam bersifat moderat, maka dalam menyikapi demikian tidak melarangnya. Tujuannya dalam rangka melepaskan kepenatan dalam beker...

Ngaji Rasa Suami-Isteri, Mampukah?

Image
Di minggu akhir bulan Rabiul Awal ini dan kebetulan menjelang libur semester sekolah, mari kita membahas contoh sebagian kisah Rasulullah Saw dan sahabatnya terkait dengan upaya saling memahami perasaan masing-masing (suami-isteri) guna melihara kerukunan dalam rumah tangga.  Harus kita akui bahwa ngaji rasa dan ngaji diri sungguh sulit dalam praktiknya. Apakah terkait dengan hubungan sesama teman, suami-isteri atau dalam hidup bermasyarakat. Namun tulisan yang akan dibahas di sini adalah ngaji rasa ala Rasulullah dan sahabat dalam kehidupan berumah tangga yang menjadi suri tauladan bagi kita semua. Kendatipun sulit, tapi kita semua optimis asalkan ada kemauan yang kuat setahap demi setahap mudah-mudahan dapat berkahnya sehingga kita bisa menuruti sepak terjangnya dalam kehidupan berkeluarga. Amin. Selanjutnya mari kita perhatikan hadis Rasulullah riwayat Aisyah: “Aku paham kapan engkau (Aisyah) ketika sedang senang dan marah kepadaku.” Aisyah bertanya: ‘Kenapa engkau ...

Tugas dan Nama-nama bagi Rasulullah Saw

Image
Jika kita menelaah Alquran Surah Al-Ahzab: 45-46, kemudian menelaah tafsir Al-Wasit karya Syekh Wahbah Zuhaili akan ditemukan secara eksplisit lima tugas diutusnya Rasulullah ke muka bumi, selain menyempurnakan akhlak mulia, yakni: 1) sebagai saksi ( syahid ) baik bagi umatnya dengan cara menyampaikan ajarannya maupun seluruh umat Nabi sebelumnya. Secara implisit tugas pertama ini mengandung makna keunggulan diutusnya beliau ke muka bumi, yakni menjadi rahmat bagi semesta alam ( rahamatan lil alamin ), 2) memberikan kabar gembira ( mubasyir ) kepada orang-orang mukmin dengan rahmat-Nya dan surga-Nya. Salah satu kabar ini dijelaskan pula melalui hadisnya riwayat Abu Hurairah yang menjelaskan seluruh umatku (kata Rasulullah) akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Para sahabat bertanya: “Siapa mereka ya Rasulullah”? Beliau menjawab: “Barang siapa yang menaatiku, maka ia akan masuk surga, dan barang siapa yang tidak menaatiku, maka dialah yang tidak mau masuk surga itu” (HR. B...

Berkah Cahaya di Bulan Rabiul Awal

Image
Kenapa disebut bulan ini dengan  Rabiul Awal  ?  Kata “Rabi” menurut Ahmad Warson Munawair (dalam Kamus Al-Munawir ) mengandung arti musim semi, yakni musim yang paling stabil dan cerah. Mengapa dikatakan demikian? Siti Zumratus Saadah (dalam Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah ) menjelaskan, karena suhu udaranya tidak terlalu dingin yang menyebabkan aktifitas terganggu, juga tidak terlalu panas yang membuat kita gelisah. Sehingga menambah semangat dan bergairah ketika kita melaksanakan sebuah aktivitas. Selanjutnya Ibnu Manzur (dalam Lisanul Arab ) dan Al-Zubaidi (dalam Tajul Arus ), keduanya menjelaskan orang Arab menamai bulan tersebut dengan Rabiul Awal, karena dalam bulan tersebut datangnya musim cahaya dan kegembiraan. Mengapa demikian? Karena pada waktu itu lahirnya junjungan kita, Nabi Muhammad Saw yang membawa cahaya atau penerang bagi semesta alam dan mendatangkan rasa optimis dan kabar gembira bagi kehidupan manusia. Selain itu menurut pen...

Ujian Muamalah Adabiah

Image
Tulisan ini merupakan renungan penulis yang sekarang sedang menjadi pembimbing mahasiswa dalam Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) di lembaga keuangan syariah. Suatu hari penulis memantau kegiatan para mahasiswa, kemudian diskusi dengan pengurus lembaga dan para mahasiswa di tempat PPL. Dengan adanya diskusi tersebut, penulis dan para mahasiswa memperoleh banyak pengetahuan dari pengurus. Selanjutnya penulis menyimpulkan betapa muamalah adabiah (muamalah yang terkait di dalamnya dengan adab atau etika pelakunya) mendapatkan ujian ketika kita mempraktikkan sebuah akad. Sebagai contoh untuk menerapkan sistem mudarabah di lembaga keuangan syariah ternyata praktiknya mendapatkan ujian. Artinya tidak semudah ketika memahami teorinya. Mengapa demikian? Dalam sistem mudarabah , pihak yang punya modal ( sahibul mal ) dalam hal ini pihak lembaga keuangan-memberikan modal kepada mudarib (pengelola modal) terkait dengan usaha tertentu. Jika tidak ada sinergi kedua belah pihak untuk mewuj...

Apa Itu Safar?

Image
Sebelum membahas apa itu Safar, terlebih dahulu mari kita pahami pembagian bulan dalam satu tahun. Menurut penjelasan Jawadi Ali (dalam Al-Mufassal fi Tarikhil Arab Qablal Islam )   orang-orang Jahiliah membagi bulan dalam satu tahun kepada dua bagian. Pertama, asyhurun i’tiyadiah, yakni penamaan bulan tersebut disesuaikan dengan kebiasaan atau peristiwa ketika itu. Ada delapan bulan yang termasuk ke dalam bulan tersebut, yakni Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Syakban, Ramadan, dan Syawal. Orang-orang Arab pada waktu itu menghalalkan melakukan peperangan pada bulan tersebut. Kedua, asyhurun arbaatun hurum, yakni empat bulan yang dimuliakan. Empat bulan dimaksud adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Orang-orang Arab mensucikan keempat bulan tersebut, sehingga pada bulan tersebut tidak diperbolehkan melakukan peperangan dan pertumpahan darah.   Ibnu Manzur (dalam Lisanul Arab ) menjelaskan bulan tersebut disebut dengan bulan Saf...

Merindukan Indonesia Membumi

Image
Program Workshop “Indonesia Membumi” singkatan dari Indonesia Menggagas dan Menerbitkan Buku Melawan Korupsi yang diselenggarakan berkat kerjasama KPK dan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) pada tanggal 17 s.d. 19 Mei 2016 di gedung KPK dan hotel Morissey Jakarta merupakan pengalaman yang berharga bagi penulis. Mengapa demikian? Karena di sana bergabungnya para penulis dan editor penerbit yang tergolong ke dalam Ikapi yang melibatkan 30 penerbit se-Indonesia. Kegiatan worskhop tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif dengan disaksikan oleh Sujanarko, Ketua Pusat Pembelajaran Antikorupsi atau Anticoruption Learning Centre (ACLC), Ketua Ikapi Pusat, Rosidayati Rozalina. Penulis merupakan perwakilan dari penulis penerbit PT. Remaja Rosdakarya Bandung yang dipercaya untuk mengikuti acara tersebut dengan ditemani sahabat penulis, seorang editor penerbit Rosda, Engkus Kuswandi.   Banyak manfaat yang dipetik dari kegiatan tersebut. Di antaranya diperke...