Posts

Penalaran Induktif Kaidah Fikih Muamalah

Image
Kaidah fikih menurut penulis dapat disebut sebagai metodologi fikih Islam (hukum Islam). Artinya kedudukannya sebagai sumber hukum Islam yang diperoleh melalui ijtihad para ulama. Bukankah para ulama ketika menciptakan sebuah kaidah fikih termasuk ijtihad yang berfungi untuk memudahkan dalam memecahkan permasalahan hukum Islam? Sementara kedudukan ijtihad tersebut dalam hukum Islam menempati posisi ketiga setelah Alquran dan hadis. Upaya ulama dalam memproduk kaidah fikih berangkat dari upaya penyelidikan kasus-kasus fikih yang terpencar-pencar dalam berbagai kitab fikih. Kemudian dikumpulkan dan dihimpun menjadi sebuah kaidah fikih. Proses seperti ini disebut dengan proses induktif. Artinya metode pemikiran yang bertolak dari kasus atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum (kaidah) yang umum atau penarikan kesimpulan keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umum. Kaidah fikih ini mempunyai fungsi penting dalam fikih Islam. Bahkan, Syekh Muhammad Al-Zarqa d...

Pendidikan Agama Islam: Integrasi Nilai-nilai Akidah, Syariah, dan Akhlak

Image
Ajaran Islam yang universal mengantarkan manusia menuju kehidupan bahagia dunia akhirat. Ajarannya sebagaimana tercantum dalam Alquran secara umum terbagi kepada tiga bagian, yaitu akidah, syariah, dan akhlak. Akidah merupakan ajaran dasar dan ruh bagi setiap muslim yang menginginkan kehidupan baik, karena terkait dengan masalah ketuhanan yang di dalamnya dibahas masalah keimanan dan ketakwaan. C ara untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan tersebut, manusia perlu memahami persoalan syariah . Syariah merupakan aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya untuk kita yang tidak bisa ditawar lagi dan keberadaannya sudah pasti dalam agama ( ma ulima minaddin biddarurat ). Syariah ini secara umum terbagi ke dalam ibadah dan muamalah. Ibadah di sini terkait dengan hubungan manusia dengan Allah, Tuhan Yang Maha Esa, secara langsung yang sifatnya taabudi , yakni persoalannya tidak bisa dijangkau oleh akal manusia. Artinya manusia hanya menerima apa yang telah ditetapkan-Nya, tanpa a...

Keagungan Kalimat Tauhid

Image
Tauhid diartikan dengan beriman kepada Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan demikian dapat dipahami seseorang yang mengaku bertauhid berarti dalam kehidupan sehari-harinya, ia hanya kepada Allah menyembah, memohon pertolongan, dan berserah diri. Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat tauhid tersebut adalah kalimat “Lâ Ilâha Illallâh.” Atau kalimat tersebut dikenal juga dengan kalimat baik ( kalimat tayyibah ) sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas ketika menafsirkan Surah Ibrahim: 24. Inilah kenapa Allah disebut Al-Ahad sebagaimana disebutkan dalam Asmaul Husna ? Karena hanya Dia satu-satunya Tuhan yang disembah, yang dimintai pertolongan, dan berserah diri kepada-Nya. Oleh karena itu jika seseorang mengaku beriman kepada-Nya, tetapi dalam kehidupan sehari-harinya ia menyembah selain-Nya, maka ia dinamakan musyrik atau orang yang telah menyekutukan-Nya. Keagungan kalimat tauhid ini dijelaskan pula dalam firman-Nya, seperti dalam Surah Ali Imran: 18. Aya...

Semangat Kemerdekaan Semangat Persatuan

Image
Hari ini,  17 Agustus 2018, kita memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-73. Di HUT RI ini Bapak Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya mengingatkan pentingnya semangat persatuan. Makna “kemerdekaan” telah penulis kemukakan dalam tema yang sama terkait dengan HUT RI ke-72 dengan judul “Kemerdekaan Hakiki dan Maknawi. “ Kata “persatuan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata dasarnya adalah kata “satu” berarti gabungan (ikatan, kumpulan, dan sebagainya) beberapa bagian yang sudah bersatu. Atau juga berarti perserikatan. Sedangkan dalam bahasa Arab disebut dengan ittihad. Atau dalam bahasa Inggeris disebut dengan union. Maknanya menurut Ahmad Warson Munawwir berarti bekerjasama dan bahu-membahu. Kata ittihad ( al-ittihad ) menurut Ahmad Mukhtar Umar berarti sepakat atau bergabung dalam unit yang berkumpul di dalamnya beragam pekerjaan, pandangan politik, pembangunan sosial dan ekonomi. Dan kata ittihad  ini mengandung ke...

Ulama pada Masa Umar bin Abdul Aziz

Image
Figur pimpinan para ulama pernah mendominasi masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (Khalifah Bani Umayah). Pada waktu itu peran para ulama tidak hanya terbatas memberi masukan atau nasihat kepada khalifah, akan tetapi mereka juga di beberapa daerah menjadi pemimpin. Sebut saja contohnya Abdul Hamid bin Abdul Rahman menjadi Gubernur Kufah; Abu Bakar bin Amr bin Hazm menjadi Gubernur Madinah; Ismail bin Abu al-Muhajir menjadi Gubernur Afrika; Adi bin Adi al-Kindi menjadi Gubernur Jazirah Furatiyah, Armenia dan Azerbaijan; Imam Qadi Ubadah bin Nissi menjadi Gubernur Yordania; Urwah bin Atiyah al-Sa’d menjadi Gubernur Yaman; Salim bin Wabisah al-Abdi menjadi Gubernur al-Riqqah. Selain itu juga, Baitul Mal di daerah al-Jazirah dipegang oleh beberapa ulama besar, seperti Maimun bin Mihran; Baitul Mal Pusat Umar bin Abdul Aziz dipegang oleh Salih bin Jubair al-Sudai; Baitul Mal Yaman dipegang oleh Wahab bin Munabbih dan Abu Zanad; dan Kepala Departemen Pos Umar bin Abdul Aziz ...

Tuhan Maha Kreatif dan Produktif

Image
Maha Kuasa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan bumi, pantai, lautan dan daratan yang membentang luas. Langit yang tinggi tanpa tiang. Siang terbit matahari, kemudian diganti dengan terbitnya bulan di malam hari. Dia menciptakan itu semua tanpa bantuan yang lainnya. Itulah sifat-Nya Qiyâmuhû Binafsihî . Apa yang Dia ciptakan semuanya tunduk pada-Nya. Demikian dijelaskan dalam firman-Nya Surah al-Jasiah: 12-13.   Wahbah Zuhaili menjelaskan ayat tersebut mengingatkan kita bahwa Tuhan menundukkan lautan, sehingga kita bisa berlayar di dalamnya dengan perantara perahu atau kapal laut. Inilah yang pertama diamalkan oleh Nabi Nuh. Kemudian dari lautan tersebut, Tuhan mengeluarkan pula intan, permata, dan yang lainya dari dasar lautan.     Begitu pun Tuhan menundukkan ciptaan-Nya yang ada di langit, seperti bintang, bulan, matahari, dan malaikat. Selanjutnya Tuhan menundukkan ciptaan-Nya apa yang ada di bumi, seperti gunung, lautan, sungai, hutan, dan yang lainn...

Kisah Perang Hudaibiah

Image
Perang ini terjadi pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriah. Disebut perang Hudaibiah, karena perang tersebut dilakukan di  tempat yang terletak di arah Barat dari Mekkah menuju Jeddah, yaitu Hudaibiah. Perang tersebut dikenal juga dengan Perjanjian Hudaibiah, karena di dalamnya terdapat sebuah perjanjian sebagaimana akan dijelaskan di depan. Penyebab perang tersebut adalah Rasulullah bermimpi memasuki Baitullah bersama para sahabat dalam keadaan aman, dan bercukur rambut, serta tidak mengkhawatirkan sesuatu. Karena mimpi tersebut, kemudian beliau memerintahkan kaum mukminin agar keluar menuju Mekkah guna melaksanakan umrah. Beliau ketika itu tidak menghendaki peperangan dengan kaum kafir Quraisy. Kaum Muhajirin dan Anshar pun ikut serta keluar dengan dipenuhi rasa rindu ingin melihat Baitullah setelah dilarang hal demikian selama enam tahun. Mereka diikuti pula oleh kaum Arab Badwi. Rasulullah dan rombongan ketika itu membawa unta sebanyak 70 ekor dan binatang ternak y...